Berikut Tugas ke Empat mengenai "GEOTERMAL"
I. GEOTHERMAL
1.1.
Pengertian
Gheotermal
Geothermal berasal
dari bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata yaitu geo yang berarti
bumi dan thermal yang artinya panas,
berarti geothermal adalah panas yang berasal dari dalam bumi. Proses
terbentuknya energi panas bumi sangat berkaitan dengan teori tektonik lempeng
yaitu teori yang menjelaskan mengenai fenomena-fenomena alam yang terjadi
seperti gempa bumi, terbentuknya pegunungan, lipatan, palung, dan juga proses
vulkanisme yaitu proses yang berkaitan langsung dengan geothermal.
Berdasarkan penelitian gelombang seismik, para peneliti kebumian dapat mengetahui struktur bumi dari luar sampai ke dalam, yaitu kerak pada bagian luar, mantel, dan inti pada bagian paling dalam. Semakin ke dalam bumi (inti bumi), tekanan dan temperature akan meningkat. Untuk kita ketahui, Temperature pada inti bumi berkisar ± 4200 C. Panas yang terdapat pada inti bumi akan ditransfer ke batuan yang berada di bagian mantel dan kerak bumi. Batuan yang memiliki titik lebur lebih rendah dari temperature yang diterima dari inti bumi akan meleleh dan lelehan dari batuan tersebutlah yang kita kenal dengan magma. Magma memiliki densitas yang lebih rendah dari batuan, otomatis batuan yang telah menjadi magma tadi akan mengalir ke permukaan bumi. Jika magma sampai ke permukaan maka magma tersebut berubah nama dengan sebutan lava (contoh lava yang sering kita lihat jika terjadi erupsi (letusan) gunung api.
1.2.
Sejarah
Geothermal
Sejak Paleolithikum
manusia telah menggunakan energi ini dan bangsa Romawi menggunakan panas ini
sebagai penghangat ruangan.Bahkan tak mau kalah dengan manusia, monyet-monyet
di jepang sudah menggunakannya untuk menghangatkan diri. Kemudian pada awal
abad ke-19, penggunaan geothermal secara modern mulai berkembang. Sejak 70
tahun yang lalu di Islandia, geothermal telah digunakan untuk penggunaan
langsung seperti pemanasan rumah, pemanasan rumah kaca, dll. Dan pada tahun
1904 Italia menemukan kegunaan geothermal untuk pembangkit listrik.
Di
Indonesia, eksplorasi ini telah dimulai pada tahun 1918 di Kamojang, JawaBarat.
Tahun 1926-1929 dimulai pemboran sumur dan didapatkan sumber uap kering. Salah
satu sumur yang masih beroperasi yaitu KMJ-3. Di dunia, sekitar 10,750 MW listrik mengalir
di 24 negara. Dan sekitar 28 Gigawatt digunakan untuk penggunaan langsung
seperti pemanas ruangan, proses industri, desalinasi, dan agrikultur.
1.3.
Proses
Terbentuknya Geothermal
Di Indonesia sendiri,
geothermal terbentuk akibat proses tektonik lempeng. Di Indonesia, 3 lempeng
tektonik aktif bergerak diIndonesia, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik,
dan lempeng Indo-Australia. Tumbukan antar tiga lempeng tektonik ini telah
memberikan pembentukan energi panas bumi yang sangat penting diIndonesia. Pada
akhirnya Indonesia termasuk zona
subduksi, dimana pada zona ini terjadi penunjaman di sekitar pulau Sumatra,
Jawa-Nusa Tenggara, Maluku, dan Sulawesi. Lempeng tektonik merupakan pengalir
panas dari inti bumi sehingga banyak sekali geothermal yang dapat didirikan
pada zona lempeng tektonik. Pada di zona ini juga terbentuk gunung api yang
berkontribusi pada reservoir panas di pulau jawa yang menempati batuan
vulkanik. Panas inti mencapai 5000 0C lebih.
Dua penyebab inti bumi itu panas tekanan
yang begitu besar karena gravitasi bumi mencoba mengkompres atau menekan
materi, sehingga bagian yang tengah menjadi paling terdesak. Bumi mengandung
banyak bahan radioaktif seperti Uranium-238, Uranium-235 danThorium-232. Bahan
– bahan radioaktif ini membangkitkan jumlah panas yang tinggi. Panas tersebut
dengan sendirinya berusaha untuk mengalir keluar, akan tetapi ditahan oleh
mantel yang mengelilinginya. Dipermukaan bumi sering terdapat
sumber-sumber air panas, bahkan sumber uap panas. Panas itu datangnya dari
batu-batu yang meleleh atau magma yang menerima panas dari inti bumi.
Memperlihatkan secara skematis terjadinya sumber uap, yang biasanya disebut
fumarole atau geyser serta sumber air panas.
Magma yang terletak didalam lapisan
mantel, memanasi lapisan batu padat. Diatas batu padat terletak suatu lapisan
batu berpori, yaitu batu mempunyai banyak lubang kecil. Bila lapisan batu
berpori ini berisi air, air itu turut dipanaskan oleh lapisan batu padat yang
panas itu. Maka akan menghasilkan air panas bahkan terbentuk uap. Bila diatas
lapisan batu berpori terdapat satu lapisan batu padat, maka lapisan batu
berpori berfungsi sebagai boiler. Uap dan juga air panas bertekanan akan
berusaha keluar.
Gambar1. Proses Terbentuknya
Geothermal
Gejala panas bumi pada umumnya tampak
dipermukaan bumi berupa mata air panas, fumarola, geyser dan sulfatora. Dengan
jalan pengeboran, uap alam yang bersuhu dan tekanan tinggi dapat diambil dari
dalam bumi dan dialirkan kegenerator turbo yang selanjutnya menghasilkan tenaga
listrik.
1.4.
Prinsip
kerja pusat listrik tenaga panas bumi (PLTP)
Pada pusat listrik tenaga panas bumi
turbin berfungsi sebagai mesin penggerak, dimana energi fluida kerja
dipergunakan langsung untuk memutar roda/poros turbin. Pada turbin tidak
terdapat bagian mesin yang bergerak translasi, melainkan gerakan rotasi. Bagian
turbin yang berputar biasa disebut dengan istilah rotor/roda/poros turbin,
sedangkan bagian turbin yang tidak berputar dinamai dengan istilah stator. Roda
turbin terletak didalam rumah turbin dan roda turbin memutar poros daya yang
digerakkannya atau memutar bebannya (generator listrik, pompa, kompresor,
baling-baling, dll).
Didalam turbin fluida kerja mengalami
ekspansi, yaitu proses penurunan tekanan dan mengalir secara kontinyu. Penamaan
turbin didasarkan pada jenis fluida yang mengalir didalamnya, apabila fluida
kerjanya berupa uap maka turbin biasa disebut dengan turbin uap.
Gambar2. Prinsip kerja pusat listrik
tenaga panas bumi (PLTP)
PRINSIP
KERJA PUSAT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP)
Pusat listrik tenaga panas bumi (PLTP)
mempunyai beberapa peralatan utama sebagai berikut :
-Turbin uap (steam turbine).
-Condensor (Condenser).
-Separator.
-Demister.
-Pompa-pompa.
Uap dari sumur produksi mula-mula
dialirkan ke steam receiving header (1), yang berfungsi menjamin pasokan uap
tidak akan mengalami gangguan meskipun terjadi perubahan pasokan dari sumur
produksi. Selanjutnya melalui flow meter (2) dialirkan ke separator (3) dan demister
(4) untuk memisahkan zat-zat padat, silika dan bintik-bintik air yang terbawa
didalamnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya vibrasi, erosi, dan
pembentukan kerak pada sudu dan nozzle turbine.
Uap yang telah bersih itu dialirkan
melalui main steam valve/electric control valve/governor valve (5) menuju ke turbine
(6). Di dalam turbine, uap tersebut berfungsi untuk memutar double flow
condensing yang dikopel dengan generator (7), pada kecepatan 3000 rpm. Proses
ini menghasilkan energi listrik dengan arus 3 phase, frekuensi 50 Hz, dan
tegangan 11,8 kV. Melalui step-up transformer (8), arus listrik dinaikkan
tegangannya hingga 150 kV, selanjutnya dihubungkan secara paralel dengan sistem
penyaluran (9).
Agar turbin bekerja secara efisien, maka exhaust
steam yang keluar dari turbin harus dalam kondisi vakum (0,10 bar), dengan
mengkondensasikan uap dalam condenser (10) kontak langsung yang dipasang di
bawah turbine. Exhaust steam dari turbin masuk dari sisi atas condenser,
kemudian terkondensasi sebagai akibat penyerapan panas oleh air pendingin yang
diinjeksikan lewat spray-nozzle. Level kondensat dijaga selalu dalam kondisi
normal oleh dua buah cooling water pump(11), lalu didinginkan dalam cooling water(12)
sebelum disirkulasikan kembali.
Untuk menjaga kevakuman condenser, gas
yang tak terkondensasi harus dikeluarkan secara kontinyu oleh sistem ekstraksi
gas. Gas-gas ini mengandung: CO285-90% wt; H2S 3,5% wt; sisanya adalah N2
dangas-gas lainnya. Sistem ekstraksi gas terdiri atas first-stage dan second-stage
(13) sedangkan di pada PLTP yang lain dapat terdiri dari ejector dan liquid
ring vacuum pump.
Sistem pendingin di PLTP merupakan sistem
pendingin dengan sirkulasi tertutup dari air hasil kondensasi uap, dimana
kelebihan kondensat yang terjadi direinjeksi ke dalam sumur reinjeksi (14).
Prinsip penyerapan energi panas dari air yang disirkulasikan adalah dengan
mengalirkan udara pendingin secara paksa dengan arah aliran tegak lurus,
menggunakan 5 forced draft fan. Proses ini terjadi di dalam cooling water.
Sekitar 70% uap yang terkondensasi akan
hilang karena penguapan dalam cooling water, sedangkan sisanya diinjeksikan
kembali ke dalam reservoir (15). Reinjeksi dilakukan untuk mengurangi pengaruh
pencemaran lingkungan, mengurangi ground subsidence, menjaga tekanan,
sertarecharge water bagi reservoir. Aliran air dari reservoir disirkulasikan
lagi oleh primary pump (16). Kemudian melalui after condenser dan intercondenser(17)
dimasukkan kembali ke dalam reservoir.
1.5.Hubungan antara Geothermal dan Energi Panas Bumi.
Secara singkat geotermal didefinisikan sebagai panas yang berasal dari dalam bumi. Sedangkan energi panas bumi adalah energi yang ditimbulkan oleh panas tersebut. Panas bumi menghasilkan energi yang bersih (dari polusi) dan berkesinambungan atau dapat diperbarui. Sumberdaya energi panas bumi dapat ditemukan pada air dan batuan panas di dekat permukaan bumi sampai beberapa kilometer di bawah permukaan.Bahkan jauh lebih dalam lagi sampai pada sumber panas yang ekstrim dari batuan yang mencair atau magma. Untuk menangkap panas bumi tersebut harus dilakukan pemboran sumur seperti yang dilakukan pada sumur produksi minyakbumi. Sumur tersebut menangkap air tanah yang terpanaskan, kemudian uap dan air panas dipisahkan. Uap air panas dibersihkan dan dialirkan untuk memutar turbin. Air panas yang telah dipisahkan dimasukkan kembali ke dalam reservoir melalui sumur injeksi yang dapat membantu untuk menimbulkan lagi sumber uap.
Gambar4. Struktur Lapisan Bumi
Secara struktur, lapisan bumi dibagi
menjadi tiga bagian, yaitu kerak bumi (crush), selimut (mantle), dan inti bumi
(core). Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.10 ºC. Lapisan kerak bumi
dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer. Selimut bumi
memiliki tebal mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di
bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000 ºC. Inti bumi terdiri dari material
cair yang terdapat pada kedalaman 2900-5200 km. Inti dalam ini terdiri dari
nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 ºC. Secara universal, setiap
penurunan 1 km kedalaman ke perut bumi temperatur naik sebesar 25 – 30ºC. Atau
setiap kedalaman bertambah 100 meter temperatur naik sekitar 2,5 sampai 3ºC.
Jadi semakin jauh ke dalam perut bumi suhu batuan akan makin tinggi.Bila suhu
di permukaan bumi adalah 27ºC maka untuk kedalaman 100 meter suhu bisa mencapai
sekitar 29,5ºC. Pertambahan panas ini disebut gradien geothermal.
Beberapa
keunggulan sumber energi panas bumi adalah:
a -Menyediakan tenaga listrik yang andal
dengan pembangkit yang tidak memakan tempat
b -Terbarui dan berkesinambungan
c -Memberikan tenaga beban dasar yang konstan
d -Memberikan keuntungan ekonomi secara lokal
e -Dapat dikontrol secara jarak jauh
f - Tersedia melimpah
g -Nyaris tanpa polusi
h -Menghasilkan karbon dioksida 65 kali lebih
kecil dari batubara
Faktor yang masih
menghambat perkembangan industri listrik tenaga panas bumi di Indonesia antara
lain adalah mahalnya biaya eksplorasi terutama untuk pemboran eksplorasi.
Besarnya biaya pemboran eksplorasi berbanding secara eksponensial dengan
kedalaman, padahal untuk mendapatkan temperatur yang tinggi harus membor lebih
dalam. Konsekuensinya sumur eksplorasi panas bumi di Indonesia masih terlalu
sedikit sehingga tingkat ketidak-pastian keberhasilan masih tinggi. Kendala
yang lain adalah investor ragu dengan proyek di Indonesia karena beaya
eksplorasi dan pengembangan harus ditanggung dan tidak kembali sampai energi
terjual kepada pelanggan.
1.6.
Prinsip
Kerja Panas Bumi
Uap hasil penguapan air
tanah yang terdapat di dalam tanah akan tetap berada di dalam tanah jika tidak
ada saluran yang menghubungkan daerah tempat keberadaan uap dengan permukaan.
Uap yang terkurung akan memiliki nilai tekanan yang tinggi dan apabila pada
daerah tersebut kita bor sehingga ada saluran penghubung ke permukaan, maka uap
tersebut akan mengalir keluar. Uap yang mengalir dengan cepat dan mempunyai
entalpi inilah yang kita mamfaatkan dan kita salurkan untuk memutar turbin
sehingga dihasilkanlah energi listrik (tentunya ada proses-proses lain sebelum
uap memutar turbin). Setelah uap memutar turbin dan uap telah kehilangan
tekanan dan entalpi maka uap tersebut akan mengalami proses pengembunan
sehingga uap akan berubah kembali menjadi air. Air hasil pendinginan
(condensattion) yang didinginkan dengan condensator akan dikumpulkan dan akan
diinjeksikan kembali ke dalam tanah, sehingga volume air tanah tidak akan
berkurang secara drastis. Salah satunya Karena proses injeksi inilah kenapa
energi geothermal disebut dengan energi yang terbarukan (renewable) dan energi
yang ramah lingkungan.
1.7.
Masa
Depan Listrik Panas Bumi
Meningkatnya kebutuhan
energi dunia ditambah lagi dengan se-makin tingginya kesadaran akan kebersihan
dan keselamatan lingkungan, maka panas bumi (geothermal) akan mempunyai masa
depan yang cerah. Indonesia sendiri
sebetulnya sangat ber-peluang untuk melakukan pemanfaatan geo-thermal sebagai
pembangkit listrik, bahkan berpotensi sebagai negara pengekspor listrik bila
ditangani secara serius. Hal ini tidak berlebihan, mengingat banyaknya sumber
geothermal yang sudah siap diekploitasi di sepanjang Sumatra, Jawa, dan
Sulawesi.
Keuntungan
Tenaga Panas Bumi
a Pembangkit
listrik tenaga Panas Bumi hampir tidak menimpulkan polusi atau emisi gas rumah
kaca. Tenaga ini juga tidak berisik dan dapat diandalkan. Pembangkit listik
tenaga geothermal menghasilkan listrik sekitar 90%, dibandingkan 65-75 persen
pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
b Salah
satu limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional PLTPB CGI adalah drill
cutting dari kegiatan pengeboran (drilling). Limbah drill cutting dapat
dimanfaatkan sebagai pengganti agregat halus untuk konstruksi beton ringan.
Permasalahan
dengan pembuatan PLTPB ini adalah anatara lain :
Panas bumi yang dapat
dieksploitasi sangat jauh didalam perut bumi. Untungnya dibeberapa negara
terdapat retakan-retakan sehingga panas bumi relatif rendah. Indonesia ternyata
juga termasuk dalam daerah lingkaran gunung berapi sehingga letak panas bumi
lebih rendah dari yang lain.
Untuk mencapai pnas bumi yang dapat
dieksploitasi diperlukan pengeboran pada suhu tinggi dan biasanya batuan keras.
Air panas dari geothermal kadang kadang
bisa habis karena dieksploitasi. Ada pengalaman dari Pembangkit Listrik Tenaga
Panas Bumi, ternyata setelah beroparasi beberapa tahun ternyata uap air tidak
ada lagi. Berdasarkan penelitian ternyata air di perut bumi di sekitar daerah
tersebut telah habis sehingga tidak bisa menghasilkan uap. Solusi dari hal itu
adalah dengan cara mengebor dan memasukkan air ke perut bumi sehingga proses
penguapan akan berlanjut lagi.
TERIMAKASIH..
SEMOGA BERMANFAAT...



No comments:
Post a Comment